WARTA NASIONAL – Ribuan masyarakat memadati Lapangan Hijau Mangun Tapa, Desa Jatinegara, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, untuk menyaksikan laga final turnamen sepak bola Puja Cup IX, Sabtu (31/10).
Tingginya antusiasme penonton bahkan terlihat dari antrean panjang di pintu masuk yang rela berdesakan demi mendapatkan tiket pertandingan.
Partai puncak yang mempertemukan Omega Desa Gantungan melawan Suta Wijaya Desa Kedungwungu tersebut berlangsung meriah. Sorak-sorai suporter dari kedua kubu mewarnai jalannya pertandingan yang menyedot perhatian masyarakat dari berbagai daerah.
Pengurus Puja Cup IX, Mamun Marnoto, mengatakan membludaknya jumlah penonton menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap turnamen sepak bola yang rutin digelar setiap dua tahun sekali tersebut.
Menurutnya, penonton tidak hanya berasal dari wilayah Kecamatan Jatinegara, tetapi juga berdatangan dari sejumlah daerah, seperti Pemalang, Kota/Kabupaten Tegal hingga Brebes.
“Antusiasme masyarakat luar biasa. Tidak hanya warga Kecamatan Jatinegara, penonton juga datang dari berbagai daerah, di antaranya Pemalang, Tegal hingga Brebes,” ujar Mamun Marnoto.
Kemeriahan Puja Cup IX tidak hanya terasa di dalam lapangan. Area sekitar stadion juga dipenuhi aktivitas masyarakat dan pedagang kecil yang memanfaatkan momentum tersebut untuk meraup keuntungan.
Sejumlah pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tampak menjajakan berbagai makanan dan jajanan tradisional kepada para penonton. Salah satunya kuliner lotek sayur siram yang menjadi pilihan pengunjung di tengah suasana pertandingan.
Mamun menuturkan, Puja Cup bukan sekadar ajang kompetisi sepak bola, melainkan juga menjadi hiburan rakyat sekaligus sarana mempererat tali silaturahmi antarwarga. Turnamen dua tahunan ini selalu dinantikan masyarakat karena mampu menghadirkan pertandingan yang kompetitif sekaligus menggerakkan perekonomian warga sekitar.
Di partai final, kedua kesebelasan tampil ngotot dan saling melancarkan serangan. Omega Desa Gantungan dan Suta Wijaya Desa Kedungwungu sama-sama menunjukkan permainan terbaiknya hingga pertandingan waktu normal berakhir dengan skor imbang 2-2.
Perebutan gelar juara akhirnya harus ditentukan melalui drama adu penalti. Dalam babak penentuan tersebut, Suta Wijaya Desa Kedungwungu berhasil mengungguli Omega Desa Gantungan dan memastikan diri sebagai kampiun Puja Cup IX.
Tak hanya menyuguhkan pertandingan menarik, panitia juga memberikan daya tarik tambahan bagi penonton melalui undian doorprize bagi mereka yang membeli tiket masuk.
Salah seorang penonton, Agi, mengaku senang bisa menyaksikan langsung pertandingan final tersebut. Menurutnya, harga tiket yang relatif terjangkau serta adanya kesempatan mendapatkan hadiah membuat turnamen semakin menarik untuk dikunjungi.
“Pokoknya seru banget kalau ada turnamen Puja Cup. Antusiasme warga untuk menonton langsung sangat tinggi sampai lapangan penuh. Pemain-pemainnya juga menunjukkan permainan yang bagus,” ungkap Agi.
Dalam gelaran Puja Cup IX, panitia memperebutkan piala bergilir dengan total hadiah uang pembinaan sebesar Rp50 juta.
Rinciannya, juara pertama memperoleh Rp25 juta, juara kedua Rp15 juta, sedangkan juara bersama mendapatkan total hadiah Rp10 juta.
Membludaknya jumlah penonton pada partai final menjadi bukti bahwa Puja Cup telah menjadi salah satu agenda olahraga sekaligus hiburan masyarakat yang dinantikan setiap dua tahun sekali.
Selain melahirkan persaingan olahraga antarkesebelasan, turnamen ini juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat, khususnya pedagang kecil dan pelaku UMKM yang turut merasakan meningkatnya aktivitas jual beli selama gelaran berlangsung.**
















