Menu

Mode Gelap
Konsumsi BBM dan LPG Meningkat Selama Mudik Lebaran 2026, Pertamina Pastikan Pasokan Aman Info Orang Hilang! Anak 5 Tahun di Pemalang Dilaporkan Hilang, Warga Diminta Bantu Pencarian Ribuan Warga Muhammadiyah Padati DPRD Pemalang, Halalbihalal Jadi Momentum Penguatan Ideologi Jelang Penetapan Sekda, Legislator PKB Soroti Masalah Pendidikan hingga Kemiskinan di Kabupaten Pemalang Nugroho Optimistis Pengurus Baru KONI Pemalang Mampu Dongkrak Prestasi Tantangan Soliditas Jadi Kunci, KONI Pemalang Dituntut Dongkrak Prestasi Atlet

Daerah

Ribuan Warga Muhammadiyah Padati DPRD Pemalang, Halalbihalal Jadi Momentum Penguatan Ideologi

badge-check


					Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, KH Tafsir, Perbesar

Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, KH Tafsir,

WARTA NASIONAL – Ribuan warga Muhammadiyah se-Kabupaten Pemalang memadati Balai Rakyat Gedung DPRD Pemalang, Ahad (29/3/2026). Mereka hadir dalam kegiatan Halalbihalal yang diselenggarakan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Pemalang.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Pemalang Anom Widiyantoro serta Anggota DPRD Jawa Tengah Sofwan Sumadi. Acara berlangsung khidmat dengan mengusung tema “Kembali ke Fitrah; Meneguhkan Ideologi, Menggembirakan Dakwah Berkemajuan”.

Momentum ini menjadi ajang silaturahmi akbar bagi keluarga besar Muhammadiyah di Pemalang, sekaligus memperkuat semangat dakwah berkemajuan di tengah masyarakat.

Wakil Ketua PDM Pemalang, H. Firdaus, dalam sambutannya mengajak seluruh warga Muhammadiyah untuk memanfaatkan momentum Syawal sebagai sarana saling memaafkan dan memperkuat mentalitas umat berkemajuan.

“Ciri umat berkemajuan adalah tidak takut menghadapi masalah, melainkan mampu memecahkan masalah. Selain itu, mereka tidak merasa eksklusif; yakin dengan kebenarannya, namun tidak merasa paling benar sendiri,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa setelah menjalani ibadah Ramadan, umat Islam dihadapkan pada “jihad besar”, yakni perjuangan melawan hawa nafsu dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, KH Tafsir, dalam tausiyahnya mengulas filosofi halalbihalal sebagai tradisi khas Indonesia.

Menurutnya, istilah halalbihalal mencerminkan kecerdasan para pendahulu dalam mendakwahkan Islam secara kontekstual.

“Istilah halalbihalal memiliki arti saling menghalalkan dan saling memberi maaf. Di Indonesia, banyak istilah agama yang dimaknai secara khas, seperti Idulfitri yang dimaknai sebagai kembali ke fitrah atau kembali suci,” jelasnya.

Ia menambahkan, kesucian hubungan dengan Allah (hablum minallah) belum sempurna tanpa dibarengi dengan perbaikan hubungan antar sesama manusia (hablum minannas). Hal inilah yang menjadikan halalbihalal sebagai tradisi yang mengakar dan melampaui batas agama di Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, KH Tafsir juga menyinggung langkah strategis Muhammadiyah dalam penerapan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).

“Penggunaan KHGT merupakan ikhtiar nyata untuk menyatukan penanggalan umat Islam di seluruh dunia. Meski tidak mudah, langkah ini perlu dijalankan, sebagaimana perjuangan Ahmad Dahlan dalam meluruskan arah kiblat lebih dari seabad lalu,” pungkasnya.***

Baca Lainnya

Jelang Penetapan Sekda, Legislator PKB Soroti Masalah Pendidikan hingga Kemiskinan di Kabupaten Pemalang

29 Maret 2026 - 15:33 WIB

Anggota DPRD Kabupaten Pemalang, Dr. H. Noor Rosyadi, SE MM

Nugroho Optimistis Pengurus Baru KONI Pemalang Mampu Dongkrak Prestasi

29 Maret 2026 - 15:17 WIB

Nugroho Optimistis Pengurus Baru Mampu Dongkrak Prestasi

Tantangan Soliditas Jadi Kunci, KONI Pemalang Dituntut Dongkrak Prestasi Atlet

29 Maret 2026 - 12:40 WIB

Untung Budiarso, mantan Kabid organisasi KONI JATENG

Musorkab KONI Pemalang 2026 Tetapkan Prasetyo Widyatmoko Secara Aklamasi

28 Maret 2026 - 17:46 WIB

Aklamasi di Musorkab 2026, Prastyo Widyatmoko Nahkodai KONI Pemalang

Sumur Minyak Rakyat Kendal Dinilai Bersih, SKK Migas Sebut Bisa Jadi Contoh Nasional

28 Maret 2026 - 17:39 WIB

Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, menilai pengelolaan sumur minyak masyarakat di Desa Sojomerto, Kecamatan Gemuh, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, berjalan baik dan tidak mencemari lingkungan.
Trending di Daerah