Menu

Mode Gelap
Konsumsi BBM dan LPG Meningkat Selama Mudik Lebaran 2026, Pertamina Pastikan Pasokan Aman Info Orang Hilang! Anak 5 Tahun di Pemalang Dilaporkan Hilang, Warga Diminta Bantu Pencarian Ribuan Warga Muhammadiyah Padati DPRD Pemalang, Halalbihalal Jadi Momentum Penguatan Ideologi Jelang Penetapan Sekda, Legislator PKB Soroti Masalah Pendidikan hingga Kemiskinan di Kabupaten Pemalang Nugroho Optimistis Pengurus Baru KONI Pemalang Mampu Dongkrak Prestasi Tantangan Soliditas Jadi Kunci, KONI Pemalang Dituntut Dongkrak Prestasi Atlet

Daerah

Jelang Penetapan Sekda, Legislator PKB Soroti Masalah Pendidikan hingga Kemiskinan di Kabupaten Pemalang

badge-check


					Anggota DPRD Kabupaten Pemalang, Dr. H. Noor Rosyadi, SE MM Perbesar

Anggota DPRD Kabupaten Pemalang, Dr. H. Noor Rosyadi, SE MM

WARTA NASIONAL – Menjelang penetapan Sekretaris Daerah (Sekda) definitif di Kabupaten Pemalang, Anggota DPRD Kabupaten Pemalang, Dr. H. Noor Rosyadi, SE, MM menegaskan pentingnya sosok Sekda yang mampu bekerja cepat, tepat, dan memberikan dampak nyata bagi penyelesaian persoalan strategis daerah.

Menurutnya, ekspektasi masyarakat terhadap Sekda baru cukup tinggi, mengingat sejumlah indikator pembangunan di Pemalang masih menghadapi tantangan serius. Salah satunya adalah Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang hampir satu dekade terakhir berada di posisi terbawah di Jawa Tengah.

“Ini menjadi peringatan bahwa diperlukan langkah luar biasa, terukur, dan berkelanjutan agar Pemalang tidak terus berada di peringkat akhir,” ujar Noor Rosyadi, Jumat (27/3/2026).

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa tersebut menekankan, Sekda sebagai motor penggerak birokrasi harus mampu mengorkestrasi kebijakan lintas sektor, terutama dalam meningkatkan kualitas pendidikan, kesehatan, dan daya beli masyarakat.

Ia juga menyoroti rendahnya angka partisipasi pendidikan yang berdampak pada rata-rata lama sekolah sekitar 6,5 tahun atau setara lulusan sekolah dasar. Kondisi ini dinilai perlu segera ditangani melalui program yang lebih progresif dan tepat sasaran.

Selain itu, tingkat kemiskinan yang masih berada di angka 13,32 persen serta tingginya angka pengangguran menjadi pekerjaan rumah besar yang membutuhkan kebijakan ekonomi konkret dan berorientasi hasil.

“Program pengentasan kemiskinan tidak boleh hanya administratif, tetapi harus menyentuh akar persoalan melalui penciptaan lapangan kerja dan pemberdayaan ekonomi masyarakat,” tegasnya.

Di sektor infrastruktur, Noor Rosyadi menilai masih banyak kondisi jalan yang memprihatinkan dan membutuhkan perhatian serius. Ia berharap Sekda baru mampu mengoordinasikan perangkat daerah agar percepatan pembangunan berjalan efektif, terencana, dan merata.

Sementara itu, dalam aspek pengelolaan keuangan daerah, Noor menyoroti besarnya Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) yang mencapai Rp144 miliar pada 2024 dan Rp156 miliar pada 2025. Kondisi tersebut dinilai sebagai indikator perlunya perbaikan dalam perencanaan dan eksekusi anggaran.

“Sekda sebagai Ketua TAPD harus mampu menekan SiLPA hingga di bawah Rp100 miliar melalui perencanaan matang, percepatan realisasi program, serta pengawasan yang ketat,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya peran Sekda dalam memimpin dan menggerakkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar lebih kreatif, inovatif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Kinerja birokrasi yang adaptif dan produktif dinilai menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Tak kalah penting, Sekda juga diharapkan mampu menjadi penghubung strategis antara eksekutif dan legislatif. Hubungan yang harmonis dan komunikatif antara pemerintah daerah dan DPRD disebut sebagai prasyarat utama kelancaran pembangunan.

Noor Rosyadi menegaskan, dalam kapasitasnya sebagai Ketua TAPD, Sekda harus amanah dan konsisten dalam melaksanakan seluruh keputusan yang telah disepakati bersama melalui rapat komisi, Badan Anggaran, hingga rapat paripurna DPRD.

“Kepatuhan terhadap keputusan tersebut merupakan bentuk penghormatan terhadap mekanisme demokrasi sekaligus menjaga kepercayaan publik,” katanya.

Ia berharap momentum penetapan Sekda definitif ini menjadi titik balik bagi Pemalang untuk keluar dari berbagai persoalan mendasar dan bergerak menuju daerah yang lebih maju dan berdaya saing.

“Masyarakat menantikan sosok Sekda yang tidak hanya menjalankan rutinitas birokrasi, tetapi mampu menghadirkan perubahan nyata,” pungkasnya.***

Baca Lainnya

Ribuan Warga Muhammadiyah Padati DPRD Pemalang, Halalbihalal Jadi Momentum Penguatan Ideologi

29 Maret 2026 - 15:54 WIB

Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, KH Tafsir,

Nugroho Optimistis Pengurus Baru KONI Pemalang Mampu Dongkrak Prestasi

29 Maret 2026 - 15:17 WIB

Nugroho Optimistis Pengurus Baru Mampu Dongkrak Prestasi

Tantangan Soliditas Jadi Kunci, KONI Pemalang Dituntut Dongkrak Prestasi Atlet

29 Maret 2026 - 12:40 WIB

Untung Budiarso, mantan Kabid organisasi KONI JATENG

Musorkab KONI Pemalang 2026 Tetapkan Prasetyo Widyatmoko Secara Aklamasi

28 Maret 2026 - 17:46 WIB

Aklamasi di Musorkab 2026, Prastyo Widyatmoko Nahkodai KONI Pemalang

Sumur Minyak Rakyat Kendal Dinilai Bersih, SKK Migas Sebut Bisa Jadi Contoh Nasional

28 Maret 2026 - 17:39 WIB

Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, menilai pengelolaan sumur minyak masyarakat di Desa Sojomerto, Kecamatan Gemuh, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, berjalan baik dan tidak mencemari lingkungan.
Trending di Daerah