Menu ✖

Mode Gelap
Datangi Keluarga Korban Bullying di Pemalang, MY Esti Wijayati Dorong RUU Sisdiknas Bakal Diperkuat Tring! Pegadaian Tembus 7,5 Juta Pengguna, Aries Aviani Dorong Literasi Digital Kasus Dugaan Perundungan Siswa SD di Pemalang, DP3AKB Jateng Langsung Bergerak Doni Akbar Sambangi Rumah Korban Perundungan di Pemalang, Desak Penanganan Serius Bangga! Ikna Rania Azzahra Bersinar di Kejuaraan Renang Kecamatan Pemalang, Borong Tiga Gelar Juara Info Loker! RSI PKU Muhammadiyah Pekajangan Buka Rekrutmen, Tujuh Formasi Dibuka

Daerah

Wabup Minta Kepala Desa untuk Layani Masyarakat, Ngopeni dan Eling kepada Warganya

badge-check


					Wakil Bupati Pemalang, Nurkholes Perbesar

Wakil Bupati Pemalang, Nurkholes

WARTA NASIONAL – Kepala Desa (Kades) di Kabupaten Pemalang diharapkan dapat meningkatkan pelayanan kepada warganya dengan optimal.

Hal ini disampaikan Wakil Bupati Pemalang Nurkholes usai menghadiri Sekolah Anti Korupsi bagi Kepala Desa se Jawa Tengah yang dibahas Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, di GOR Jatidiri, Semarang, pada Selasa (29/4/2025).

Wabup Nurkholes berpesan bahwa Kepala Desa yang ada di wilayahnya untuk melayani masyarakat, ngopeni dan eling kepada warganya tentang kebutuhannya.

“Saya berharap, kepala desa mampu mengubah kesejahteraan masyarakat,” ujar Nurkholes.

Nurkholes mengatakan bahwa kegiatan ini ditujukan untuk masyarakat di Jawa Tengah khususnya Kabupaten Pemalang dalam rangka membangun integritas anti korupsi bagi para Kepala Desa seluruh Kabupaten Pemalang.

Menurut Nurkholes, diadakannya sekolah anti korupsi ini agar kepala desa dapat memahami apa yang bisa dilakukan dan yang tidak bisa dilakukan agar ini bisa dipahami masyarakat didalam menyelenggarakan pemerintahan di desa.

“Pemkab Pemalang sangat mendukung dan akan melakukan brainstorming bagaimana membuat anti korupsi bisa berkembang sehingga tidak ada lagi kepala desa yang bermasalah di Kabupaten Pemalang,” pungkasnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat membuka acara tersebut menjamin perlindungan kepada semua kepala desa (kades) di wilayahnya dalam menjalankan program-program pembangunan dengan catatan mereka bekerja sesuai dengan aturan perundangan-undangan yang berlaku.

Ia menegaskan, bahwa para kades tidak boleh sedikit-sedikit diganggu atau diancam dengan hukuman pidana.

“Kades harus didampingi dalam rangka ciptaan stabilitas desa, pulang dari ini (Sekolah Antikorupsi), Tiga Pilar diefektifkan kembali. Tidak boleh kades sedikit-sedikit pidana,” kata Ahmad Luthfi.

Dalam acara tersebut, dilakukan penyerahan bantuan keuangan Desa Anti Korupsi oleh Gubernur Jateng dan Sekda Jateng kepada perwakilan 10 Desa di Jawa Tengah masing-masing senilai 200 juta rupiah.

Gubernur Ahmad Luthfi dan Sekda Sumarno juga melaunching tagline baru untuk Sekolah Anti Korupsi Jateng, yaitu “Ngopeni Nglakoni Desa Tanpo Korupsi”.

Hadir dalam acara tersebut, Kepala Dinpermasdes Kabupaten Pemalang Ahmady, Kepala Inspektorat Kabupaten Pemalang Edy Susilo Temu Raharjo dan Bupati se Jawa Tengah.

Acara tersebut dihadiri oleh 7.810 Kepala Desa se Jawa Tengah, Bupati se Jawa Tengah dan Inspektur serta Kepala Dinpermasdes se Jawa Tengah.***

Baca Lainnya

Datangi Keluarga Korban Bullying di Pemalang, MY Esti Wijayati Dorong RUU Sisdiknas Bakal Diperkuat

10 Oktober 2026 - 21:23 WIB

Kasus Dugaan Perundungan Siswa SD di Pemalang, DP3AKB Jateng Langsung Bergerak

8 Oktober 2026 - 08:07 WIB

Doni Akbar Sambangi Rumah Korban Perundungan di Pemalang, Desak Penanganan Serius

6 Oktober 2026 - 09:40 WIB

Hadiri Upacara HUT ke-81 TNI di Makodim Pemalang, Aris Ismail: Bersatu, Berjuang, dan Mengabdi untuk Indonesia

5 Oktober 2026 - 10:24 WIB

Pertamina dan IKA UNAIR Hadirkan ‘Senyum Sehat untuk Anak Istimewa’ bagi Anak Berkebutuhan Khusus di Semarang

5 Oktober 2026 - 09:39 WIB

Trending di Daerah