Menu

Mode Gelap
Jadwal Imsakiyah dan Buka Puasa 2 Ramadan 1447 Hijriah, Jumat 20 Februari 2026 di Kabupaten Pemalang dan Sekitarnya Hadir di Podcast WN Network Talk! Kepala BPBD, Legislator dan Kades Bicara Wujudkan Pemalang Siaga Bencana Jadwal Imsakiyah dan Buka Puasa 1 Ramadan 1447 Hijriah, Kamis 19 Februari 2026 di Pemalang dan Sekitarnya Wakil Ketua DPRD Pemalang Aris Ismail Monitoring Dampak Banjir di Desa Tambakrejo dan Wanamulya Kereta Ambarawa Ekspres Terlambat, Perkiraan Keterlambatan Capai 80 Menit Akibat Banjir Langkah Nyata Wakil Rakyat, Doni Akbar Datangi Lokasi Pascabencana di Jembatan Mendelem dan Desa Wisnu

Opini

Maknai Hari Pahlawan dengan Semangat Juang, Keteladanan dan Pengabdian untuk Rakyat

badge-check


					Ketua DPD PKS Kabupaten Pemalang, Priwantoro, SE., S.Kom Perbesar

Ketua DPD PKS Kabupaten Pemalang, Priwantoro, SE., S.Kom

Oleh: Priwantoro, SE., S.Kom.*

WARTA NASIONAL – Setiap tanggal 10 November, bangsa Indonesia memperingati Hari Pahlawan sebagai momen refleksi atas perjuangan dan pengorbanan para pejuang yang telah merebut serta mempertahankan kemerdekaan bangsa.

Hari Pahlawan bukan sekadar mengenang peristiwa heroik di masa lalu, melainkan juga menghidupkan kembali semangat perjuangan, pengorbanan, dan keikhlasan dalam membangun negeri yang berdaulat, adil, dan sejahtera.

Pahlawan: Teladan Keikhlasan dan Keberanian

Para pahlawan bangsa berjuang bukan karena pamrih atau kepentingan pribadi, melainkan karena panggilan nurani untuk membebaskan bangsa dari penjajahan. Mereka mewakafkan tenaga, pikiran, bahkan nyawa demi tegaknya kedaulatan Indonesia. Dari pertempuran Surabaya yang menjadi simbol perlawanan rakyat, hingga perjuangan diplomasi di meja perundingan — semuanya menunjukkan bahwa kemerdekaan tidak diraih secara mudah.

Semangat itulah yang harus kita warisi. Di masa kini, perjuangan tidak lagi dalam bentuk mengangkat senjata, tetapi melawan berbagai bentuk penjajahan baru: kemiskinan, kebodohan, ketidakadilan, dan ketimpangan sosial. Maka, setiap warga bangsa yang bekerja dengan kejujuran, tanggung jawab, dan dedikasi adalah pahlawan dalam bidangnya masing-masing.

Kepahlawanan dalam Konteks Kekinian

Kabupaten Pemalang, dengan segala potensi sumber daya alam dan manusianya, memiliki ruang luas untuk menghadirkan semangat kepahlawanan dalam kehidupan sehari-hari. Petani yang tekun menanam padi, guru yang sabar membimbing murid, tenaga kesehatan yang melayani tanpa lelah, serta para relawan sosial yang membantu masyarakat semua mereka adalah pahlawan masa kini.

Dalam konteks pemerintahan dan pembangunan daerah, semangat kepahlawanan berarti menempatkan kepentingan rakyat di atas segala-galanya. Pejabat publik dan aparatur negara
harus menjadikan nilai kejujuran, integritas, serta semangat melayani sebagai dasar dalam bekerja. Begitu pula masyarakat, hendaknya tidak hanya menuntut perubahan, tetapi ikut menjadi bagian dari solusi bagi daerahnya.

PKS dan Semangat Pelayanan untuk Umat

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memandang Hari Pahlawan sebagai momentum untuk meneguhkan kembali semangat perjuangan dalam bingkai pelayanan kepada masyarakat. PKS percaya, politik sejatinya adalah jalan pengabdian — tempat setiap kader dan anggota berjuang menghadirkan kebijakan yang berpihak pada rakyat kecil, memperjuangkan keadilan, dan menjaga moralitas bangsa.

Sebagai Ketua DPD PKS Kabupaten Pemalang, saya mengajak seluruh kader dan simpatisan untuk meneladani nilai-nilai perjuangan para pahlawan: keikhlasan, keteguhan, dan keberanian mengambil risiko demi kebaikan. Dalam konteks politik lokal, semangat kepahlawanan harus diwujudkan dalam kerja nyata memperjuangkan kesejahteraan masyarakat Pemalang melalui kebijakan yang adil, transparan, dan berorientasi pada kepentingan rakyat.

Melanjutkan Perjuangan Melalui Kolaborasi

Perjuangan di masa kini menuntut kolaborasi. Kita tidak bisa bekerja sendiri dalam membangun daerah. Pemerintah, dunia usaha, akademisi, tokoh agama, pemuda, dan seluruh elemen masyarakat harus bergandengan tangan. Semangat gotong royong yang dulu menjadi kekuatan para pejuang harus dihidupkan kembali dalam konteks pembangunan modern.

Dengan kolaborasi, kita bisa mempercepat peningkatan kualitas pendidikan, membuka lapangan kerja baru, memperkuat ekonomi kerakyatan, serta menjaga lingkungan agar tetap lestari. Itulah bentuk perjuangan baru yang sejalan dengan semangat para pahlawan.

Penutup: Menyalakan Semangat Juang di Setiap Pengabdian

Hari Pahlawan mengingatkan kita bahwa pengorbanan tidak boleh berhenti di masa lalu. Setiap generasi memiliki tanggung jawab untuk menjadi pahlawan bagi zamannya. Kita harus melanjutkan perjuangan para pendahulu dengan cara yang relevan: bekerja keras, jujur, berinovasi, dan berakhlak mulia.

Mari jadikan Hari Pahlawan 10 November 2025 ini sebagai momentum untuk memperkuat semangat juang dan memperluas makna pengabdian. Dengan semangat kepahlawanan yang tumbuh dalam hati setiap insan, insya Allah Pemalang akan menjadi daerah yang lebih maju, sejahtera, dan bermartabat.

Selamat Hari Pahlawan 10 November 2025
“Pahlawanku Teladanku – Semangatmu Menyala di Setiap Pengabdian.”

*) Ketua DPD PKS Kabupaten Pemalang

Baca Lainnya

Tren Positif dan Tantangan Pesantren Tahfidz MAJT-Baznas

8 Februari 2026 - 16:41 WIB

Isdiyanto Isman

Refleksi Pasca Rajaban: Berapa Jumlah Muslimin yang Shalat 5 Waktu

31 Januari 2026 - 14:39 WIB

Masrifan Djamil

Pemilu Bukan Pesta Demokrasi

20 Januari 2026 - 13:17 WIB

Masrifan Djamil

Kritik Ekoteologi terhadap Proses Desakralisasi Alam

17 Januari 2026 - 08:39 WIB

Guru Besar Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Walisongo Semarang, Prof. Dr. H. Ilyas Supena, M.Ag

Belajar, Bekerja, dan Mengajar di Tengah Dunia Maya: Untuk Apa Kita Hadir?

10 Januari 2026 - 08:48 WIB

dr. Darmanto, SH, M.Kes, SpPD, FINASIM, FISQua
Trending di Opini