Menu

Mode Gelap
Ketum PTMSI Jateng melalui Binpres Perkuat Sinergi Pembinaan di Blora BRI Unit Mulyoharjo Kembalikan Dokumen Agunan Nasabah, Permasalahan Telah Diselesaikan Ketum PTMSI Jateng Lukas Arry Dwiko Utomo Dorong Prestasi Atlet Tenis Meja Pati Karyawan BRI Cabang Pemalang Jaga Kebugaran Lewat Badminton di GOR Crystal Kompak dan Sehat, Teman-teman BRI Cabang Pemalang Gelar Sepak Bola di Lapangan Sragi Pekalongan Film Istimewa Hadir di Semarang, Ayah Mans: Jangan Lagi Lihat Disabilitas dari Kekurangannya

Daerah

Kabar Gembira! Pemprov Jateng Bakal Gelontorkan Bantuan Keuangan Desa Sebanyak Rp1,2 Triliun

badge-check


					Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi saat keterangan pers Perbesar

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi saat keterangan pers

WARTANASIONAL.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah siap menyalurkan bantuan keuangan desa sebanyak Rp1,2 triliun pada tahun 2025. Anggaran itu rencanya akan dialokasikan untuk 8.593 titik.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi mengatakan, sebagai upaya mengantisipasi penyimpangan penggunaan dana desa, pihaknya menggendeng aparat pengawasan intern pemerintah (APIP) dan aparat penegak hukum (APH) untuk mengawasinya.

“Ini sebagai upaya pencegahan, agar dana desa atau pembangunan desa tidak terjadi penyimpangan,” kata Luthfi usai rapat koordinasi bersama perwakilan APIP dan APH di kantornya di Kota Semarang, pada Selasa, 8 April 2025.

Upaya yang lain, lanjut Mantan Kapolda Jateng ini, juga dibentuk pos aduan di masing-masing kabupaten. Hal ini untuk mengantisipasi agar tidak terjadi aduan-aduan liar yang sifatnya menyesatkan. Ia berharap, baik APIP maupun APH bisa maksimal mengawal pemerintah desa.

Luthfi mengatakan, bantuan keuangan yang dialokasikan untuk pemerintah desa di Jateng tersebut akan diarahkan untuk pembangunan infrastruktur. Mulai dari infrastruktur penopang swasembada pangan, baik tersier maupun sekunder, jalan desa yang menghubungkan sabuk-sabuk perekonomian desa, dan lainnya.

“Saya imbau seluruh kepala desa untuk tidak takut melakukan eksplorasi pembangunan di desa, karena sudah didampingi oleh kita semua,” jelas Luthfi.

Namun demikian, Luthfi mengingatkan kepada kepala desa dan perangkat desa agar mengelola dana tersebut dengan baik. Aparat desa dilarang untuk melakukan penyelewengan-penyelewengan, karena dana tersebut dialokasikan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Harus di-manage (kelola) dengan baik. Prinsipnya desa menjadi ujung tombak dalam pembangunan wilayah, ” katanya.

Dalam kesempatan itu, pihaknya juga mengingatkan kepada sejumlah elemen agar tidak mengggangu program-program pembangunan desa.***

Baca Lainnya

BRI Unit Mulyoharjo Kembalikan Dokumen Agunan Nasabah, Permasalahan Telah Diselesaikan

15 Agustus 2026 - 10:47 WIB

BRI Kantor Cabang Pemalang, Jawa Tengah

Dorong Kapasitas Pelaku UMKM dan Kemajuan Ekonomi Daerah, BRI Kantor Cabang Pemalang Salurkan KUR Rp 766 Miliar Hingga Juli 2026

10 Agustus 2026 - 12:21 WIB

BRI Kantor Cabang Pemalang, Jawa Tengah

Aris Ismail Tegaskan Tak Ingin Maju sebagai Wakil Bupati Pemalang

8 Agustus 2026 - 12:08 WIB

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pemalang, H Aris Ismail, SAP

Fraksi Golkar DPRD Pemalang Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan di Pulosari

7 Agustus 2026 - 19:03 WIB

Fraksi Golkar DPRD Pemalang Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan di Pulosari

Kejari Pemalang Tahan Mantan Mantri Bank BUMN, Diduga Korupsi Dana Pelunasan KUR Rugikan Negara Rp749 Juta

7 Agustus 2026 - 16:34 WIB

Trending di Daerah