Menu

Mode Gelap
Pegadaian Kanwil XI Semarang Gandeng Mahasiswa Lewat Business Case Competition 2026, Dorong Inovasi Finansial dan Digitalisasi Fahmidh Dhuha Serahkan 3 Traktor Bantuan Presiden untuk Tingkatkan Produktivitas Petani Desa Danasari BPS Pemalang Buka Rekrutmen Petugas Sensus Ekonomi 2026, Ini Syaratnya Pegadaian Raih CCSEA 2026, Tegaskan Komitmen Layanan Contact Center Humanis dan Responsif Jadwal Acara TV Hari Ini Rabu, 6 Mei 2026: MDTV dan ANTV Lengkap dari Dini Hari hingga Malam Jadwal Acara TV Hari Ini Rabu, 6 Mei 2026: RCTI, MNCTV, dan GTV Lengkap dari Pagi hingga Malam

Daerah

Kabar Gembira! Pemprov Jateng Bakal Gelontorkan Bantuan Keuangan Desa Sebanyak Rp1,2 Triliun

badge-check


					Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi saat keterangan pers Perbesar

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi saat keterangan pers

WARTANASIONAL.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah siap menyalurkan bantuan keuangan desa sebanyak Rp1,2 triliun pada tahun 2025. Anggaran itu rencanya akan dialokasikan untuk 8.593 titik.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi mengatakan, sebagai upaya mengantisipasi penyimpangan penggunaan dana desa, pihaknya menggendeng aparat pengawasan intern pemerintah (APIP) dan aparat penegak hukum (APH) untuk mengawasinya.

“Ini sebagai upaya pencegahan, agar dana desa atau pembangunan desa tidak terjadi penyimpangan,” kata Luthfi usai rapat koordinasi bersama perwakilan APIP dan APH di kantornya di Kota Semarang, pada Selasa, 8 April 2025.

Upaya yang lain, lanjut Mantan Kapolda Jateng ini, juga dibentuk pos aduan di masing-masing kabupaten. Hal ini untuk mengantisipasi agar tidak terjadi aduan-aduan liar yang sifatnya menyesatkan. Ia berharap, baik APIP maupun APH bisa maksimal mengawal pemerintah desa.

Luthfi mengatakan, bantuan keuangan yang dialokasikan untuk pemerintah desa di Jateng tersebut akan diarahkan untuk pembangunan infrastruktur. Mulai dari infrastruktur penopang swasembada pangan, baik tersier maupun sekunder, jalan desa yang menghubungkan sabuk-sabuk perekonomian desa, dan lainnya.

“Saya imbau seluruh kepala desa untuk tidak takut melakukan eksplorasi pembangunan di desa, karena sudah didampingi oleh kita semua,” jelas Luthfi.

Namun demikian, Luthfi mengingatkan kepada kepala desa dan perangkat desa agar mengelola dana tersebut dengan baik. Aparat desa dilarang untuk melakukan penyelewengan-penyelewengan, karena dana tersebut dialokasikan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Harus di-manage (kelola) dengan baik. Prinsipnya desa menjadi ujung tombak dalam pembangunan wilayah, ” katanya.

Dalam kesempatan itu, pihaknya juga mengingatkan kepada sejumlah elemen agar tidak mengggangu program-program pembangunan desa.***

Baca Lainnya

Pegadaian Kanwil XI Semarang Gandeng Mahasiswa Lewat Business Case Competition 2026, Dorong Inovasi Finansial dan Digitalisasi

7 Mei 2026 - 21:14 WIB

Fahmidh Dhuha Serahkan 3 Traktor Bantuan Presiden untuk Tingkatkan Produktivitas Petani Desa Danasari

7 Mei 2026 - 12:39 WIB

BPS Pemalang Buka Rekrutmen Petugas Sensus Ekonomi 2026, Ini Syaratnya

7 Mei 2026 - 12:14 WIB

Viral! Kendaraan Dinas Diduga Dipakai Anak Muda Saat Hari Libur, Tuai Sorotan Warganet

2 Mei 2026 - 19:53 WIB

Viral! Kendaraan Dinas Diduga Dipakai Anak Muda Saat Hari Libur, Tuai Sorotan Warganet

RSUD Suradadi Tegal Salurkan Bantuan Sayur dan Buah bagi Warga Terdampak Tanah Bergerak

2 Mei 2026 - 19:39 WIB

Muhammad Fahmi kasi pelayanan medis RSUD suradadi Tegal menyerahkan bantuan
Trending di Daerah