WARTA NASIONAL – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pemalang, Aris Ismail, SAP turun langsung melakukan monitoring dampak banjir yang melanda Desa Tambakrejo dan Desa Wanamulya, Kecamatan Pemalang, Kabupaten Pemalang.
Di Desa Tambakrejo, banjir dengan ketinggian air mencapai 1 meter menggenangi 820 rumah warga. Selain itu, satu fasilitas umum (fasum), lima sekolah, serta tiga tempat ibadah turut terdampak. Total sebanyak 3.200 jiwa terdampak dalam kejadian tersebut.
Sementara itu, di Desa Wanamulya, air setinggi 50 hingga 80 sentimeter menggenangi 107 rumah warga. Banjir juga berdampak pada satu fasilitas kesehatan, empat sekolah, serta satu tempat ibadah. Jumlah warga terdampak di desa ini tercatat sebanyak 321 jiwa.
Dalam kunjungannya, Aris Ismail meninjau langsung lokasi terdampak dan berdialog dengan warga, pada Senin 16 Februari 2026.

Ia menyampaikan keprihatinannya atas besarnya dampak yang ditimbulkan serta meminta pemerintah daerah dan instansi terkait untuk segera melakukan langkah penanganan cepat.
“Kami mendorong agar penanganan darurat diprioritaskan, terutama untuk keselamatan warga, distribusi bantuan logistik, serta pendataan kerusakan,” ujarnya.
Politisi Partai Golkar itu, juga menekankan pentingnya solusi jangka panjang, seperti perbaikan dan normalisasi saluran drainase, peninggian tanggul, serta perencanaan tata air yang lebih baik guna mencegah banjir berulang.
“Kami ingin memastikan masyarakat mendapatkan bantuan secepat mungkin. Selain itu, perlu ada solusi jangka panjang agar banjir tidak terus berulang setiap musim hujan,” ujarnya.
Menurut keterangan warga, banjir kali ini merupakan yang terbesar dalam kurun waktu tiga tahun terakhir.
Dalam monitoring bersama tim Golkar Rescue, ditemukan pula satu jembatan yang dinilai perlu ditinggikan guna mengurangi risiko banjir serupa di masa mendatang.
“Hasil monitoring bersama Golkar Rescue, ada jembatan yang perlu ditinggikan. Insya Allah ini akan segera menjadi pokok pikiran saya untuk direalisasikan,” ujar Aris Ismail.
Ia juga mendorong normalisasi saluran air, perbaikan drainase, serta penguatan tanggul sebagai langkah mitigasi ke depan.
Kegiatan monitoring tersebut menjadi bentuk komitmen DPRD dalam mengawal penanganan bencana serta memastikan keselamatan dan kebutuhan warga terdampak dapat terpenuhi dengan baik.
Sementara itu, warga berharap adanya langkah konkret dari pemerintah agar kejadian serupa tidak terus terulang setiap musim hujan.
Monitoring tersebut menjadi bentuk komitmen DPRD dalam mengawal penanganan bencana dan memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat terpenuhi dengan baik.***















