Menu

Mode Gelap
Ekonomi Jadi Isu Paling Mendesak di Tengah Tingginya Kepuasan Publik terhadap Pemerintahan Prabowo-Gibran Jadwal Imsakiyah dan Buka Puasa 3 Ramadan 1447 Hijriah, Sabtu 21 Februari 2026 di Kabupaten Pemalang dan Sekitarnya Jadwal Imsakiyah dan Buka Puasa 2 Ramadan 1447 Hijriah, Jumat 20 Februari 2026 di Kabupaten Pemalang dan Sekitarnya Hadir di Podcast WN Network Talk! Kepala BPBD, Legislator dan Kades Bicara Wujudkan Pemalang Siaga Bencana Jadwal Imsakiyah dan Buka Puasa 1 Ramadan 1447 Hijriah, Kamis 19 Februari 2026 di Pemalang dan Sekitarnya Wakil Ketua DPRD Pemalang Aris Ismail Monitoring Dampak Banjir di Desa Tambakrejo dan Wanamulya

Daerah

Senator Abdul Kholik Dorong Jateng Miliki Perusahaan Daerah Khusus Tangani Produksi Garam

badge-check


					Senator Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Abdul Kholik Perbesar

Senator Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Abdul Kholik

WARTA NASIONAL – Senator Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Abdul Kholik mendorong agar Jawa Tengah memiliki perusahaan daerah yang khusus menangani produksi garam.

Alasannya adalah karena besarnya potensi garam yang dimiliki oleh Jawa Tengah.

“Kalau Jateng bisa fokus mengembangkan PD Garam (Perusahaan Daerah) Garam, maka peluang sangat besar bagi pengembangan ekonomi Jateng,” kata Abdul Kholik di Semarang, pada Selasa (7/10/2025) malam.

Menurutnya, meskipun sudah ada pabrik pengolahan garam industri yang dimiliki oleh Pemerintah Provinsi Jateng, tetapi belum fokus karena masih menjadi salah satu divisi dari PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah (SPJT).

Ia mengaku baru saja melakukan ekspedisi bertajuk “Jelajah Potensi Garam Pantura Jateng” bersama Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Tengah dengan meninjau sentra-sentra garam di kawasan Pantai Utara Jateng, seperti Demak, Pati, dan Rembang.

“Di Pati, kami berkunjung ke PT SPJT, salah satu unit usahanya adalah garam. Mesin produksinya cukup canggih dengan kapasitas produksi mencapai 25 ribu ton per tahun. Hampir seluruh produksi BUMD ini diserap pasar,” ujar Anggota DPD RI Dapil Jateng itu.

PT SPJT terletak di Desa Raci, Kec. Batangan, Kabupati Pati adalah BUMD milik Pemprov Jateng yang mendirikan pabrik garam industri yang mengolah garam krosok menjadi garam industri berkualitas tinggi (minimal NaCl 97 persen).

“Banyak permintaan terus mengalir. Industri garam tersebut menyerap garam dari koperasi-koperasi di sekitarnya. Jadi, pola hubungannya, garam petambak masuk ke koperasi, kemudian masuk ke BUMD,” katanya.

Bahkan, kata dia, BUMD tersebut juga membantu meningkatkan kesejahteraan petambak garan karena berani membeli garam sampai dengan harga Rp1.900 per kilogram.

Kholik menambahkan bahwa kebutuhan garam secara nasional mencapai 4,8 juta ton per tahun, dan saat ini sementara baru dapat dipenuhi 1,3 juta ton dari lokal, sedangkan sisanya masih mengandalkan impor.

“Ada defisit mencapai 3,5 juta ton yang selama ini impor. Artinya, buat Jateng dan daerah penghasil garam, ini pangsa pasar besar yang harus diisi,” katanya.

Karena itu, ia mengusulkan jika perlu industri garam yang selama ini masih berada di bawah PT SPJT dijadikan perusahaan mandiri, yakni Perusahaan Daerah (PD) Garam sehingga akan semakin fokus mengurusi garam.

“SPJT ini holding, ada pabrik garam, jasa kontruksi, workshop, elpiji, coldstogare. Cukup beragam (usahanya). Kami memberi saran agar bisa di-‘split’ jadi PD Garam mandiri sehingga fokus usahanya lebih bisa ekspansi,” katanya.

Sementara itu, Endi Faiz Effendi, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Jateng mengakui besarnya potensi kelautan di Jateng, khususnya garam sehingga perlu meningkatkan produksi.

Secara peralatan, kata dia, sebenarnya pabrik garam sebagai divisi di bawah naungan PT SPJT sudah memiliki peralatan dan fasilitas yang canggih, serta siap untuk membuat jadi pabrik sendiri. Meskipun sudah direncanakan sejak lama, namun pabrik tersebut baru diresmikan beberapa waktu yang lalu oleh Sekda Jateng.

“Permasalahannya pada kebijakan yang ada, seperti terkait tata ruang dan kebijakan teknis lainnya. Kalau untuk komponen (mesin, red.), ada beberapa yang impor, namun sebagian lain sudah diproduksi di dalam negeri,” pungkasnya.***

Baca Lainnya

Hadir di Podcast WN Network Talk! Kepala BPBD, Legislator dan Kades Bicara Wujudkan Pemalang Siaga Bencana

19 Februari 2026 - 13:46 WIB

WN Network menghadirkan sejumlah narasumber dalam talks show, pada Selasa 17 Februari 2026.

Wakil Ketua DPRD Pemalang Aris Ismail Monitoring Dampak Banjir di Desa Tambakrejo dan Wanamulya

16 Februari 2026 - 19:40 WIB

Wakil Ketua DPRD Pemalang Aris Ismail Monitoring Dampak Banjir di Desa Tambakrejo dan Wanamulya

Kereta Ambarawa Ekspres Terlambat, Perkiraan Keterlambatan Capai 80 Menit Akibat Banjir

16 Februari 2026 - 16:35 WIB

Langkah Nyata Wakil Rakyat, Doni Akbar Datangi Lokasi Pascabencana di Jembatan Mendelem dan Desa Wisnu

16 Februari 2026 - 11:45 WIB

Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Doni Akbar saat Tinjau Lokasi Bencana di Jembatan Mendelem dan Desa Wisnu

Sukses! WN Network Gelar Diskusi HPN 2026 Hadirkan Lima Narasumber Bahas Literasi, Hukum, Teknologi dan Disrupsi Media

12 Februari 2026 - 12:23 WIB

Suasana Focus Group Discussion (FGD) dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2026 yang dikemas dalam program Jagongan Bareng Media sukses digelar dengan penuh antusiasme, bertempat di Kantor MG Seven Law Firm Pemalang, pada Rabu 11 Februri 2026
Trending di Daerah