Menu

Mode Gelap
Rayakan Harlah ke-53, PPP Pemalang Awali dengan Istighosah hingga Muskercab Jadwal Acara TV SCTV dan Indosiar, Senin 5 Januari 2026: Ada Tayangan Cinta Sedalam Rindu dan Merangkai Kisah Indah Jadwal Acara TV RCTI, MNCTV dan GTV, Senin 5 Januari 2026: Ada Tayangan Cinta Sepenuh Jiwa, Entong dan Bernard Bear Anggota DPR RI Dede Indra Permana Siap Perjuangkan Aspirasi Demi Kesejahteraan Masyarakat NasDem Pemalang Setuju Pilkada Lewat DPRD, Nurul Huda: Sejalan dengan Nilai Pancasila Kadis DLH Dimutasi Jadi Kadinkes Pemalang Tuai Sorotan Publik, Ini Kata Praktisi Hukum

Pendidikan

Mahasiswa MIP Unwahas Gelar Kuliah Umum dan Bedah Buku ‘Pasar Gelap Demokrasi’ Karya Rofiq Mahfudz

badge-check


					Penyerahan kenang-kenangan oleh Dekan FISIP Universitas Wahid Hasyim, Dr. Ali Martin,  M.Si (baju batik) kepada Narasumber sekaligus penulis buku Perbesar

Penyerahan kenang-kenangan oleh Dekan FISIP Universitas Wahid Hasyim, Dr. Ali Martin, M.Si (baju batik) kepada Narasumber sekaligus penulis buku "Pasar Gelap Dekokrasi", Dr. Rofiq Mahfudz (kemeja putih) dalam Bedah Buku, Sabtu (19/4/2025)

WARTA NASIONAL – Program Magister Ilmu Politik (MIP) FISIP Universitas Wahid Hasyim Semarang sukses menyelenggarakan acara Kuliah Umum dan Bedah Buku “Pasar Gelap Demokrasi” karya Dr. Rofiq Mahfudz pada Sabtu, 19 April 2025.

Acara yang digelar di Gedung D Pascasarjana Kampus Unwahas Sampangan Semarang, ini menghadirkan penulis langsung sebagai narasumber utama, serta sosok akademisi MIP sebagai pembanding, Dr. Ahmad Maulani.

Dalam buku yang merupakan hasil riset disertasinya, Rofiq Mahfudz mengkritisi fenomena oligarki, praktik transaksional dalam pemilu, serta distorsi nilai-nilai demokrasi di Indonesia.

Penulis yang juga Dosen UIN Walisongo Semarang itu menyoroti bagaimana demokrasi tidak lagi menjadi ruang partisipasi publik yang murni, melainkan telah disusupi kepentingan-kepentingan pasar gelap kekuasaan.

Sementara itu, Ahmad Maulani sebagai pembanding tak menampik adanya fenomena pasar gelap demokrasi sebagaimana tertuang dalam buku karya Rofiq, yang saat ini menjabat sebagai pengurus PWNU Jateng.

“Kita tak menampik pasar gelap demokrasi ini. Semua tahu, faktanya memang seperti itu, yang terjadi, “ujar Ahmad Maulani.

Meski demikian, sosok yang berpengalaman panjang sebagai staf khusus DPR RI ini mendorong mahasiswa untuk tetap optimis terwujudnya demokrasi yang substansial.

“Kuncinya adalah kita semua, harus tetap hadir mendorong adanya pendidikan politik bagi masyarakat, bagi generasi muda, “imbuhnya.

Acara ini mendapat antusiasme yang sangat tinggi dari mahasiswa, utamanya mahasiswa magister dan mahasiswa Rekognisi Pembelajaran Lanjut (RPL).

Hadir pula dalam bedah buku, Kaprodi Ilmu Politik M. Nuh, S. Sos., M. Si., pengamat Pilkada Drs. Joko J. Prihatmoko, M. Si., akademisi Ilmu Politik Zudi Setiyawan, M. Si.

Diskusi yang dimoderatori Ketua Forum Mahasiswa Magister Ilmu Politik (FORMAPOL), Didik T. Atmaja, ini berlangsung dinamis. Banyak pertanyaan kritis dari peserta, yang sejatinya tak hanya membahas isi buku, tetapi juga relevansinya terhadap situasi sosial-politik kontemporer.

Pada kesempatan itu, Dekan FISIP Unwahas, Dr. Ali Martin, M.Si., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya akademik untuk mendorong diskursus politik yang lebih reflektif dan kritis.

“Melalui bedah buku ini, kami berharap mahasiswa dapat memahami lebih dalam realitas demokrasi yang terjadi di balik layar institusi formal,” ujarnya.

Ali Martin juga menambahkan, isu pasar gelap demokrasi ini bisa dilanjutkan dalam diskusi perkuliahan magister yang saat ini telah berlangsung, usai libur lebaran 2025.

Acara yang dimulai pukul 13.00 wib itu, ditutup dengan penandatanganan buku oleh penulis bagi mahasiswa yang telah memilikinya, penyerahan sertifikat serta ucapan terima kasih.

Pergantian Pengurus FORMAPOL

Selain menjadi forum intelektual, acara ini juga menjadi ruang temu lintas angkatan mahasiswa magister dan RPL. Selain itu, momen ini juga didedikasi sebagai forum reorganisasi FORMAPOL di bawah kepemimpinan Didik T. Atmaja yang telah memasuki purna.

Sebagai informasi, FORMAPOL adalah organisasi mahasiswa di tingkat magister yang digagas sebagai ruang silaturahmi, temu gagasan, pemikiran dan diskusi antarmahasiswa serta membangun jejaring lintas angkatan.

Di awal pembentukannya pada 2024 lalu, organisasi ini menunjuk eks jurnalis senior Kedaulatan Rakyat, Isdiyanto, sebagai penasehat. Sedangkan bertindak sebagai pengurus harian antara lain Didik T. Atmaja (Ketua), M. Ridwan Muttaqien (Sekretaris) dan M. Hayu Muslihat (Bendahara). ***

Baca Lainnya

INSIP Terima Visitasi Kopertais X Jawa Tengah, Rektor: Bertekad Hadir sebagai Universitas yang Unggul

27 Desember 2025 - 17:30 WIB

kampus INSIP menerima visitasi resmi dari Koordinator Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (Kopertais) Wilayah X Jawa Tengah, Prof. Dr. Rokhmadi, M.Ag., pada Sabtu (27/12)

Alumni MAN Pemalang Banyak yang Sukses, Ada yang Jadi Pengusaha, Politisi hingga Pejabat Publik

26 Desember 2025 - 14:38 WIB

Reuni Akbar MAN Pemalang Sukses Digelar, Momentum Pererat Tali Silaturahmi Antar Alumni

Reuni Akbar MAN Pemalang Sukses Digelar, Momentum Pererat Tali Silaturahmi Antar Alumni

25 Desember 2025 - 19:53 WIB

Reuni Akbar MAN Pemalang Sukses Digelar, Momentum Pererat Tali Silaturahmi Antar Alumni

Keren! Lima Kali Berturut-turut, UIN Walisongo Raih Penghargaan Badan Publik Informatif dari KIP

15 Desember 2025 - 19:29 WIB

Untuk kelima kalinya secara berturut-turut, UIN Walisongo Semarang berhasil meraih penghargaan sebagai Badan Publik Informatif

Dosen Psikologi Tanggapi soal Anak Ditolak Masuk Sekolah di Pemalang karena Dinilai Hiperaktif

6 November 2025 - 15:48 WIB

Trending di Pendidikan
error: Content is protected !!