Menu

Mode Gelap
IKMAL JAYA Akan Gelar Pengajian Umum, Halalbihalal dan Santunan 300 Anak Yatim di Taman Kota Comal Pemkab Pemalang Apresiasi PPID Teraktif 2025, Perumda Air Minum Tirta Mulia Terbaik di Kategori BUMD Rayakan HUT ke-125! Pegadaian Serentak Salurkan Bantuan ke 125 Panti Asuhan, Kanwil Semarang Sasar 10 Lokasi Perumda Air Minum Tirta Mulia Pemalang Droping Air Bersih di Bungin Danasari, Warga Sampaikan Terima Kasih Info Loker! Kospin JASA Buka Lowongan AO Pinjaman/Frontliner, Penempatan Weleri dan Sekitarnya Halalbihalal Jadi Ajang Konsolidasi, Pemkab Pemalang Rangkul Partai Politik

Pendidikan

Mahasiswa MIP Unwahas Gelar Kuliah Umum dan Bedah Buku ‘Pasar Gelap Demokrasi’ Karya Rofiq Mahfudz

badge-check


					Penyerahan kenang-kenangan oleh Dekan FISIP Universitas Wahid Hasyim, Dr. Ali Martin,  M.Si (baju batik) kepada Narasumber sekaligus penulis buku Perbesar

Penyerahan kenang-kenangan oleh Dekan FISIP Universitas Wahid Hasyim, Dr. Ali Martin, M.Si (baju batik) kepada Narasumber sekaligus penulis buku "Pasar Gelap Dekokrasi", Dr. Rofiq Mahfudz (kemeja putih) dalam Bedah Buku, Sabtu (19/4/2025)

WARTA NASIONAL – Program Magister Ilmu Politik (MIP) FISIP Universitas Wahid Hasyim Semarang sukses menyelenggarakan acara Kuliah Umum dan Bedah Buku “Pasar Gelap Demokrasi” karya Dr. Rofiq Mahfudz pada Sabtu, 19 April 2025.

Acara yang digelar di Gedung D Pascasarjana Kampus Unwahas Sampangan Semarang, ini menghadirkan penulis langsung sebagai narasumber utama, serta sosok akademisi MIP sebagai pembanding, Dr. Ahmad Maulani.

Dalam buku yang merupakan hasil riset disertasinya, Rofiq Mahfudz mengkritisi fenomena oligarki, praktik transaksional dalam pemilu, serta distorsi nilai-nilai demokrasi di Indonesia.

Penulis yang juga Dosen UIN Walisongo Semarang itu menyoroti bagaimana demokrasi tidak lagi menjadi ruang partisipasi publik yang murni, melainkan telah disusupi kepentingan-kepentingan pasar gelap kekuasaan.

Sementara itu, Ahmad Maulani sebagai pembanding tak menampik adanya fenomena pasar gelap demokrasi sebagaimana tertuang dalam buku karya Rofiq, yang saat ini menjabat sebagai pengurus PWNU Jateng.

“Kita tak menampik pasar gelap demokrasi ini. Semua tahu, faktanya memang seperti itu, yang terjadi, “ujar Ahmad Maulani.

Meski demikian, sosok yang berpengalaman panjang sebagai staf khusus DPR RI ini mendorong mahasiswa untuk tetap optimis terwujudnya demokrasi yang substansial.

“Kuncinya adalah kita semua, harus tetap hadir mendorong adanya pendidikan politik bagi masyarakat, bagi generasi muda, “imbuhnya.

Acara ini mendapat antusiasme yang sangat tinggi dari mahasiswa, utamanya mahasiswa magister dan mahasiswa Rekognisi Pembelajaran Lanjut (RPL).

Hadir pula dalam bedah buku, Kaprodi Ilmu Politik M. Nuh, S. Sos., M. Si., pengamat Pilkada Drs. Joko J. Prihatmoko, M. Si., akademisi Ilmu Politik Zudi Setiyawan, M. Si.

Diskusi yang dimoderatori Ketua Forum Mahasiswa Magister Ilmu Politik (FORMAPOL), Didik T. Atmaja, ini berlangsung dinamis. Banyak pertanyaan kritis dari peserta, yang sejatinya tak hanya membahas isi buku, tetapi juga relevansinya terhadap situasi sosial-politik kontemporer.

Pada kesempatan itu, Dekan FISIP Unwahas, Dr. Ali Martin, M.Si., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya akademik untuk mendorong diskursus politik yang lebih reflektif dan kritis.

“Melalui bedah buku ini, kami berharap mahasiswa dapat memahami lebih dalam realitas demokrasi yang terjadi di balik layar institusi formal,” ujarnya.

Ali Martin juga menambahkan, isu pasar gelap demokrasi ini bisa dilanjutkan dalam diskusi perkuliahan magister yang saat ini telah berlangsung, usai libur lebaran 2025.

Acara yang dimulai pukul 13.00 wib itu, ditutup dengan penandatanganan buku oleh penulis bagi mahasiswa yang telah memilikinya, penyerahan sertifikat serta ucapan terima kasih.

Pergantian Pengurus FORMAPOL

Selain menjadi forum intelektual, acara ini juga menjadi ruang temu lintas angkatan mahasiswa magister dan RPL. Selain itu, momen ini juga didedikasi sebagai forum reorganisasi FORMAPOL di bawah kepemimpinan Didik T. Atmaja yang telah memasuki purna.

Sebagai informasi, FORMAPOL adalah organisasi mahasiswa di tingkat magister yang digagas sebagai ruang silaturahmi, temu gagasan, pemikiran dan diskusi antarmahasiswa serta membangun jejaring lintas angkatan.

Di awal pembentukannya pada 2024 lalu, organisasi ini menunjuk eks jurnalis senior Kedaulatan Rakyat, Isdiyanto, sebagai penasehat. Sedangkan bertindak sebagai pengurus harian antara lain Didik T. Atmaja (Ketua), M. Ridwan Muttaqien (Sekretaris) dan M. Hayu Muslihat (Bendahara). ***

Baca Lainnya

Go Internasional! Empat Mahasiswi UIN Walisongo Jadi Language Partner di Irlandia

3 April 2026 - 13:16 WIB

Empat mahasiswi Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) UIN Walisongo Semarang kembali mengukir prestasi di tingkat internasional.

Wisuda Unissula 2026, Wakil Ketua DPRD Jateng Mohammad Saleh Raih Gelar Doktor Ilmu Hukum

8 Maret 2026 - 21:43 WIB

Wakil Ketua DPRD Jateng Mohammad Saleh Raih Gelar Doktor Hukum dari Unissula

Gus Harun Ucapkan Selamat atas Gelar Doktor Ketua Golkar Jateng Mohammad Saleh

7 Maret 2026 - 12:22 WIB

Anggota Komisi B DPRD Provinsi Jawa Tengah, Harun Abdul Khafidz, menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada Ketua DPD Partai Golkar Jawa Tengah, Mohammad Saleh, atas keberhasilannya meraih gelar Doktor (S3) Ilmu Hukum.

Siswanto Ajak Siswa SMP Negeri 1 Bodeh Berani Berpendapat Secara Santun dalam Kegiatan Suara Demokrasi

28 Februari 2026 - 13:03 WIB

Guru Besar UNS Apresiasi Kajian Mohammad Saleh tentang Reformulasi Regulasi Proyek Strategis Nasional

25 Februari 2026 - 22:37 WIB

Guru Besar UNS Apresiasi Kajian Mohammad Saleh tentang Reformulasi Regulasi Proyek Strategis Nasional
Trending di Pendidikan